Rabu, 28 Januari 2015

Command prompt dan CHKDSK pada system operasi Microsoft Windows

Command prompt atau singkat CMD, adalah sebuah perintah dasar yang berjalan pada system DOS, yang dimiliki oleh semua system operasi windows milik Microsoft.
dan dapat di manfaatkan sebagai tool untuk menjalankan eksekusi manual teramsuk dengan melakukan chek disk dengan menggunakan perintah CHKDSK.
dan berikut adalah semua jenis perintah Chekdisk. [1. CHKDSK] [2. CHKDSK /F] [3. CHKDSK /R] [4. CHKDSK /X] [5. CHKDSK /C] [5. CHKDSK /V] [6. CHKDSK /B] [7. CHKDSK /L] [8. CHKDSK /O] [9. CHKDSK /I] [10. CHKDSK /R]

Perintah CHKDSK /B, /L, dan /I. pada command prompt, hanya dapat berjalan pada jenis format file system NTFS dan tidak untuk FAT32. yang artinya tidak dapat melakukan chek disk untuk flash disk atau FDD drive.
 Untuk drive HDD atau pun FDD yang telah terinfeksi virus, anda dapat melakukan chek disk dengan menggunakan perintah "CHKDSK /X". karena selain fungsinya juga sebagai chek disk, perintah tersebut juga akan mencari virus sampai ke dalam semua direktori kemudian menghapusnya.

 dan di bawah ini, adalah semua perintah-perintah standart pada Command prompt.:
 1. ASSOC-------------------Menampilkan atau memodifikasi berkas asosiasi ekstensi .
 2. ATTRIB------------------Menampilkan atau mengubah atribut file .
 3. BREAK-------------------Set atau Clears diperpanjang CTRL C memeriksa .
 4. BCDEDIT-----------------Set properti dalam database boot untuk mengendalikan booting pemuatan .
 5. CACLS-------------------Menampilkan atau mengubah daftar kontrol akses ( ACL ) dari file .
 6. CALL--------------------Panggilan satu program batch yang lain .
 7. CD----------------------Menampilkan nama atau mengubah direktori sekarang .
 8. CHCP--------------------Menampilkan atau menetapkan nomor halaman kode aktif .
 9. CHDIR-------------------Menampilkan nama atau mengubah direktori sekarang .
10. CHKDSK------------------Cek disk dan menampilkan laporan status.
11. CHKNTFS-----------------Menampilkan atau mengubah pemeriksaan disket pada saat booting .
12. CLS---------------------Menghapus layar .
13. CMD---------------------Mulai contoh baru dari Windows command interpreter .
14. COLOR-------------------Mengatur konsol standar latar depan dan latar belakang warna .
15. COMP--------------------Membandingkan isi dari dua file atau set file .
16. COMPACT-----------------Menampilkan atau mengubah kompresi file pada partisi NTFS
17. CONVERT-----------------Mengubah volume FAT ke NTFS . atau mengubah system partisi MBR ke GPT.
18. COPY--------------------Salinan satu atau lebih file ke lokasi lain .
19. DATE--------------------Menampilkan atau mengubah tanggal .
20. DEL---------------------Menghapus satu atau lebih file .
21. DIR---------------------Menampilkan daftar file dan subdirektori dalam sebuah direktori .
22. DISKCOMP----------------Membandingkan isi dari dua floppy disk .
23. DISKCOPY----------------Salinan isi dari satu disket ke disket lain .
24. DISKPART----------------Menampilkan atau mengkonfigurasi partisi Disk properti .
25. DOSKEY------------------Suntingan baris perintah , ingat perintah Windows, dan menciptakan macro .
26. DRIVERQUERY-------------Menampilkan status driver perangkat dan properti .
27. ECHO--------------------Menampilkan pesan , atau mengubah command echoing on atau off .
28. ENDLOCAL----------------Berakhir lokalisasi perubahan lingkungan dalam file batch .
29. ERASE-------------------Menghapus satu atau lebih file .
30. EXIT--------------------Keluar dari program CMD.EXE ( command interpreter ) .
31. FC----------------------Membandingkan dua file atau set file , dan menampilkan perbedaannya
32. FIND--------------------Mencari string teks dalam sebuah file atau file .
33. FINDSTR-----------------Pencarian untuk string dalam file .
34. FOR---------------------Menjalankan perintah yang ditentukan untuk setiap file dalam satu set file .
35. FORMAT------------------Format disk untuk digunakan dengan Windows.
36. FSUTIL------------------Menampilkan atau mengkonfigurasi properti sistem file .
37. FTYPE-------------------Menampilkan atau memodifikasi jenis file yang digunakan dalam ekstensi file
 asosiasi .
38. GOTO--------------------Mengarahkan Windows command interpreter ke baris yang berlabel dalam
 sebuah program batch .
39. GPRESULT----------------Menampilkan informasi Kebijakan Grup untuk mesin atau pengguna .
40. GRAFTABL----------------Memungkinkan Windows untuk menampilkan karakter diperpanjang di mode grafis .
41. HELP--------------------Menyediakan Bantuan informasi untuk perintah Windows.
42. ICACLS------------------Tampilan , memodifikasi , backup , atau mengembalikan ACL untuk file dan
 direktori .
43. IF----------------------Menjalankan proses kondisi dalam program batch.
44. LABEL-------------------Membuat , mengubah, atau menghapus volume label dari sebuah disk .
45. MD----------------------Membuat direktori.
46. MKDIR-------------------Membuat direktori.
47. MKLINK------------------Membuat Symbolic Link dan Hard Link
48. MODE--------------------Mengkonfigurasi perangkat sistem .
49. MORE--------------------Menampilkan output satu layar pada satu waktu .
50. MOVE--------------------Bergerak satu atau lebih file dari satu direktori ke yang lain
 direktori .
51. OPENFILES---------------Menampilkan file yang dibuka oleh pengguna jarak jauh untuk berbagi file .
52. PATH--------------------Menampilkan atau menetapkan path pencarian untuk file executable .
53. PAUSE-------------------Menunda pemrosesan dari sebuah batch file dan menampilkan pesan .
54. POPD--------------------Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang yang disimpan oleh PUSHD .
55. PRINT-------------------Mencetak file teks .
56. PROMPT------------------Mengubah command prompt Windows.
57. PUSHD-------------------Menyimpan direktori sekarang kemudian mengubahnya .
58. RD----------------------Menghapus direktori .
59. RECOVER-----------------Pulih informasi yang dapat dibaca dari disk yang buruk atau rusak .
60. REM---------------------Rekaman komentar ( komentar ) dalam file batch atau CONFIG.SYS .
61. REN---------------------Mengganti nama file atau file .
62. RENAME------------------Mengganti nama file atau file .
63. REPLACE-----------------Menggantikan file .
64. RMDIR-------------------Menghapus direktori .
65. ROBOCOPY----------------Utilitas canggih untuk menyalin file dan pohon direktori
66. SET---------------------Menampilkan , set , atau menghapus variabel lingkungan Windows .
67. SETLOCAL----------------Mulai lokalisasi perubahan lingkungan dalam file batch .
68. SC----------------------Menampilkan atau mengkonfigurasi layanan ( proses background ) .
69. SCHTASKS----------------Perintah dan program jadwal untuk dijalankan pada komputer .
70. SHIFT-------------------Menggeser posisi parameter diganti dalam file batch.
71. SHUTDOWN----------------Memungkinkan penutupan lokal atau remote yang tepat mesin .
72. SORT--------------------Macam masukan .
73. START-------------------Memulai jendela terpisah untuk menjalankan perintah atau program spesifik
74. SUBST-------------------Asosiasikan sebuah path dengan drive letter .
75. SYSTEMINFO--------------Menampilkan mesin properti dan konfigurasi tertentu .
76. TASKLIST----------------Menampilkan semua sedang berjalan tugas termasuk jasa .
77. TASKKILL----------------Membunuh atau menghentikan proses yang berjalan atau aplikasi .
78. TIME--------------------Menampilkan atau mengatur waktu sistem .
79. TITLE-------------------Mengatur judul jendela untuk sesi CMD.EXE .
80. TREE--------------------Menampilkan grafis struktur direktori dari sebuah drive atau jalan .
81. TYPE--------------------Menampilkan isi dari file teks .
82. VER---------------------Menampilkan versi Windows.
83. VERIFY------------------Memberitahu Windows untuk mem-verifikasi file anda telah disimpan
 benar ke disk .
84. VOL---------------------Menampilkan label volume disk dan nomor seri .
85. XCOPY-------------------Salinan file dan pohon direktori .
86. WMIC--------------------Menampilkan WMI informasi dalam perintah shell interaktif .

 Silahkan mencoba...

Jumat, 23 Januari 2015

Tutorial cara intall windows xp mengunakan flash disk drive via usb bagian ke 2

Selamat datang pemirsa, jumpa kembali dalam pembahasan bagian ke 2, yaitu tutorial cara instalasi windows xp menggunakan flashdisk via usb.
pada bagian ke 2 ini, kita akan melanjutkan dari pembahasan sebelumnya dan disini kita akan melakukan istalasi lanjutan yaitu optimasi,  kustomisasi (finishing). kostumasi itu misalnya, merubah format nomor, data, dan waktu dalam bahasa menurut negara anda yang efeknya biasanya tampil pada beberapa program atau applikasi saja., kemudian memberi nama untuk komputer anda, memasukkan serial key yang valid(sesuai dengan jenis windows xp yang anda instal) kemudian memilih format waktu untuk negara atau kota di mana anda berdomisili. dan yang terakhir, memilih nama untuk anda sebagai user atau pengguna komputer milik anda sendiri atau atau komputer lain. Ok langsung saja.  Perhatikan tutorial bergambar di bawah ini. 

1. setelah logon sreen, komputer akan masuk ke proses istalasi lanjutan.
di bawah ini adalah tampilan instalasi lanjutan. tunggu sampai menu optimasi tampil.

2.jika anda ingin merubah format data, jam, tanggal dan digit tahun atau yang lain ke dalam bahasa indonesia atau bahasa lainnya, klik cutomize. tapi ini  hanya bersifat opsional saja. anda dapat melewatkannya dengan langsung klik next.


3. namun jika anda memilih customize dan ingin merubah fomat bahasa untuk data tanggal dan waktu, atau konversi data lainnya, berikut gambar di bawah
.
 












setelah semua customize di atas selesai, klik ok.


4. Kemudian akan kembali ke bagian tampilan depan, klik next pada gambar di bawah.

5. Isi kolom di bawah ini, tulis nama sesuai nama atau keinginan anda serta organisai. sebaiknya pada kotak organisasi, anda beri nama yang sama dengan nama yang di atas. dan nama ini nantinya akan tampil pada command promt (CMD). yang ada pada windows anda nantinya.
6. masukkan serial number yang valid ke dalam 5 baris kolom yang ada pada gambar di bawah ini.
untuk windows XP Pro SP2, anda dapat menggunakan salah satu serial di bawah ini
 :B7Q4M-JVJFH-R6HCP-M3V4R-DRVDD
:7QVT6-T2738-WRKJB-YKRFQ-XVK98
 :MGXH9-TWT86-7P92D-FQDVK-MYT8D
:V2C47-MK7JD-3R89F-D2KXW-VPK3J
:GRV79-K7CCJ-YGYBQ-4D39K-T2HBH

7.  isi password unuk administrasi, nantinya anda dapat menjalankan sebuah progaram sebagai administrasi dengan terlebih dahulu mengklik kanan pada ikon program tersebut, kemudian pilih "Run as" lalu pilih dan centang bagian bawah dan isi dengan password sebagai administrasi. tapi ini hanya bersifat opsional. anda dapat melewatkannya dan klik next.

8. pilih zona waktu negara tempat anda tinggal.
 misalnya .. saya pilih zona waktu (GMT+07:00) Bangkok, Hanoy, Jakarta.

9. Tunggu finishing instalasi berjalan sampai komputer akan terestart sendiri.

10. setelah komputer hidup kembali, anda akan di suguhi pemberitahuan sperti di bawah ini. dan klik "OK"

11. kemudian ada 1 pemberitahuan lagi, untuk mengecilkan atau menyesuaikan tampilan pada layar dan klik "OK"
12. tunggu sejenak

13. setelah itu akan tampil seperti di bawah ini, tekan F1 untuk bantuan, atau langsung klik next.

14. Pilih dan beri tanda centang pada tulisan " Help protect my PC by turning on Automatic Updates now". lalu klik next.

15. Tulis nama anda sebagai user atau pengguna, atau anda juga dapat menggunakan nama dengan nama merek komputer anda. kemudian klik next.
 16.  tunggu sebentar.



17. Nah sekarang anda sudah berhasil melakukan instalasi windows XP.

pada pertama menggunakan, anda tidak akan dapat mendengarkan, music atau suara adio lainnya. ini karena windows XP tidak menyertakan drive audio bawaan sperti yang ada pada windows vista/7/dan 8.
Pada WindowsXP, anda harus menginstal untuk drive audionya dan , tampilannya memang sedikit agak besar, tapi anda dapat menyesuaikan ke tampilan lebih pas, yaitu dengan menginstal drive visual grafiknya yang terdapat dalam CD atau DVD bawaan komputer atau leptop anda. biasanya di berikan oleh pihak penjual secara gratis ketika anda baru membeli komputer atau laptop.
tapi jika tidak ada, anda dapat mendownloadnya di internet sesuai merek seri atau jenis komputer/laptop, dan jenis system operasinya.
Contoh : Download driver mereknya Acer, jenisnya AspireOne, seri produknya AO532h, jenis system operasinya windows XP 32 Bit, atau 64 Bit.
contoh lebih jelasnya, : Download driver Acer AspireOne AO532h for windows xp 32 bit atau 64 bit.

Nah sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat, silahkan mencoba, dan terima kasih.

Selasa, 06 Januari 2015

Tutorial cara intall windows xp mengunakan flash disk drive via usb bagian ke 1

Melakukan isntallasi untuk windowsXP atau biasa juga di sebut dengan "install ulang", ke komputer, tidaklah begitu sulit dan tidak pula terlalu sempel. untuk melakukannya, kita cukup mengetahui dan mengingat cara dan langkah-langkahnya saja. namun harus teliti, agar tiap prosesnya di jalankan dengan benar. jika tidak, maka proses instalasi yang akan di lakukan, tidak akan dapat berjalan. Metode instalasi seperti ini dapat di lakukan pada semua jenis komputer. baik pada komputer PC. laptop, terlebih laga pada jenis notebook yang umumnya tidak memiliki CD atau DVD drive. misalnya nih.. pada Notebook jenis Acer aspireOne.
Ok".. langsung saja:
 1. Pertama-tama yang perlu di persiapkan adalah sebuah Flash disk (FDD), minimal berkapasitas 1GB. kemudian file master WindowsXP, dengan format ISO atau file folder. dan software bootable yang bernama "Win to falsh" versi Portable. atau anda dapat mendownload pada sites resminya di "http://wintoflash.com/download/en/".


Silahkan klik pada gambar untuk memperjelas
Contoh Win to flash portable.


2. Pastikan anda, sudah memiliki file Master  windowsXP dalam format ISO ataupun yang sudah di extract karena proses bootable dapat di jalankan dalam dua jenis format ini.


Contoh : kiri= file folder (sudah di extract)/ kanan=file iso.




 3. Tnacapkan Flash disk (FDD) milik anda, ke salah satu port USB. lalu Jalankan Win to flash, klik icon exe pada Win to flash, atau ikuti langkah-langkah pada gambar di bawah ini.

                                                                    4. klik next.

5. Centang kotak di samping tulisan "I Accept EULA".
 

6. Klik next.

7. Klik icon yang bertanda centang hijau.

8. Biarkan saja kotak tanda centang kosong, 
lalu klik next.

9. Nah di bawah ini, adalah dua jenis bagian yang dapat anda pilih.
jika anda memberi tanda centang pada kotak , berarti anda memilih untuk menggunakan jenis file ISO. jika di biarkan kosong atau tidak di centang, maka anda memilih dengan menggunakan file folder saja (yang sudah di ekstract).

10. contoh : jika anda memilih memproses dengan menggunakan file ISO, silahkan centang lalu klik select.


11. kemudian carilah folder atau direktori tempat di mana anda menyimpan file ISO tersebut
setelah ketemu, klik dua kali pada icon file ISO,  lalu open.
tapi jika anda ingin menjalankan proses dengan menggunakan file folder (yang sudah di ekstract) silahkan klik Cencel. maka anda akan kembali pada contoh gambar nomor 12 yang ada di bawah gambar ini.

12. nah jika yang di atas adalah contoh untuk proses file ISO, berikut ini adalah,  jika anda, ingin melakukan proses dengan menggunakan file folder (file yang sudah di extract), silahkan hilangkan tanda centang pada kotak. kemudian klik Select. 


13. Lalu cari folder induk dari file windowsXP anda klik saja folder induknya, kemudian klik OK yang berada di bagian. seperti gambar di bawah jendela.


14. Biarkan kotak centang kosong lalu, klik Continue.


15. Pilih yang di atas, lalu, klik Continue.

16. Proses otomatis telah di mulai. tunggu sampai selesai atau 100%.


17. Sudah 100% . itu artinya proses sudah selesai.


18. Silahkan keluar dari Win to flash.


19. Setelah semua proses pembuatan bootable selesai, restar komputer anda, kemudian hidupkan kembali. ketika layar masih dalam keadaan blackscreen, tekan F2 dengan segera, untuk masuk ke menu bios. oya.. biasanya tombol untuk masuk ke bios pada tiap jenis komputer itu berbeda. bisa saja masuk dengan F3, F4,F5 atau yang lainya. tapi pada umumnya banyak pula yang sama. untuk mengetahui hal tersebut, anda dapat membrowser. untuk spesifikasi atau info sesuai jenis komputer anda. 
Ok' kembali ke laptop, setelah anda masuk ke menu bios, gunakan tombol arah pada keyboard lalu arahkan ke Advanced menu, lalu Enter, anda dapat memilih "SATA controller mode" atau "ID mode", atau "Compatibility" atau "Legacy" atau sesuai dengan jenis bios pada komputer anda, karena tiap jenis komputer memiliki struktur, setingan dan tampilan menu untuk boot istalasi  yang berbeda pula, silahkan tanya sama Abang Google untuk info tentang komputer anda.
di sisni saya memilih compatibility. sebenarnya ini bukanlah setingan default atau AHCI Sata yang merupakan setingan asal yang di recomndasikan. karena boot intalasi yang saya buat, tidak menyertakan file AHCI sata. maka tidak akan dapat berjalan pada  SATA controller mode. untuk pembahasan mengenai cara membuat bootable atau file windows XP yang menyertakan file AHCI sata. akan kita bahas pada segmen. lain.
 Ok lanjut lagi. perhatikan gambar di bawah.
Contoh : menu bios pada gambar di bawah.


20. Masih pada bios, setelah seting di rasa cukup, arahkan ke SAVE AND EXIT atau tekan F10 lalu Enter dan komputer akan te restart secara otomatis.

21. Setelah komputer kembali booting ketika layar masih blackscreen,  segera tekan F12. untuk masuk ke boot menu. kemudian arahkan ke USB lalu tekan Enter.

22. Nah sekarang kita sudah masuk pada menu boot intalasi windowsXP yang ada dalam flashdisk anda tadi.
pilih nomor 1 atau bagian yang palingf atas kemudian enter.


23. Tunggu "Setup is loading" sampai selesai.


24. Pilih dan tekan Enter.

25. Silahkan pilih pada Drive mana, akan anda simpan atau timpa, untuk  instalasi, apakah Drive C atau Drive E. atau anda dapat menghapus semua Drive kemudian membuat partisi baru. caranya, tekan tombol arah pada keyboard dan arahkan ke salah satu Drive yang akan anda hapus. untuk menghapus, tekan tombol "D" pada keyboard.  kemudian untuk membuat Partisi baru pada Drive, tekan tombol "C"  lalu tentukan besaran alokasi pada partisis yang baru anda buat. dalam hal ini adalah, berapakah besarnya kapasitas partisi baru yang anda buat pada harddisk. Contoh: 150.000 MB(150 GB) atau anda ingin menguranginya atau menambahkannya. terserah anda. 
Jika semua selesai, tekan Enter untuk melanjutkan. 

26. Di sini anda dapat memilih tiga pilihan untuk melakukan format pada partisi  harddisk yang anda buat tadi.
1. pilihan yang paling atas adalah cara pemformatan cepat ini hanya mamakan waktu kurang dari satu menit.
2. yang di tengah adalah jenis pemformatan secara penuh, dan memakan waktu sekitar 30 menit ke atas. 
3. dan pilihan paling bawah adalah menggunakan format yang sudah ada. bagian ini hanya tersdia atau tampil pada layar, apabila sebelumnya anda sudah pernah menginstal atau menggunakan windowsXP pada komputer anda. dan hanya ingin menggunakan format sebelumnya.
silahkan pilh. tapi saya sarankan pilih yang nomor 1 saja.
kemudian tekan Enter, maka pemformatan akan mulai berjalan. setelah proses pemformat selesai, maka proses intalasi juga langsung akan berjalan secara otomatis.
lihat pada gambar no.27



27.instalasi telah di mulai, tunggu sampai 100% selesai. lalu komputer akan terestart dengan sendirinya.


28. Setelah komputer terestart dan hidup kembali, tekan lagi F12 untuk masuk ke boot menu. kemudian pilih lagi USB lalu Enter.

29. Anda kembali lagi ke boot menu instalasi, kemudian pilih nomor 2 dari atas lalu enter.


29.  Setelah itu, komputer akan mulai masuk ke tampilan logon screen , lihat pada layar komputer anda. 
selanjutnya adalah instalasi lanjutan serta kustomisasi hingga selesai (Finishing). yang akan kita bahas pada postingan bagian ke 2 berikutnya.
Sekian dulu, dan sampai berjumpa kembali.
se